Senin, 01 September 2014

The "distance" makes our love "stronger"


Hubungan Jarak Jauh/LDR

          Bukan seberapa lama waktu kamu menjalani suatu hubungan tapi seberapa setianya masing-masing menjaga hati dan perasaannya disaat jarak dan waktu sedang tak bersahabat.
          Menjalani suatu hubungan tidak hanya didasari pada rasa cinta dan kasih sayang melainkan kepercayaan dan kesetiaan. LDR (Long Distance Relationship) : Hubungan jarak jauh, yap.. untuk menjalani suatu hubungan disaat salah satu pasangan berada di tempat yang jauh adalah hal yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. seseorang yang biasanya selalu ada saat kamu merindukannya menatap wajahnya, melihat senyumannya, tertawa bersamanya, bahkan melalui hari-hari bersamanya adalah suatu hal terindah yang tak pernah ingin untuk di akhiri. bahkan apabila ada tambahan waktu dalam sehari rasanya ingin selalu bersama.
          Dalam menjalani suatu hubungan yang berbentangan jarak dan waktu adalah hal yang tidak mudah, kamu harus terbiasa menjalani hari-harimu tanpa adanya si dia disampingmu, dan bukan hanya itu dalam menjalani hubungan jarak jauh / LDR masalah kepercayaan dan kesetiaanlah yang seringkali terjadi. rasa jenuh dalam penantian pastilah ada, tapi jika kamu benar-benar menyayangi dia yang kini menjadi pasangan mu, rasa jenuh itu hanya sesaat dan lebih banyak rasa kerinduan untuk segera kembali dan melakukan hal-hal seperti biasanya bersama pasangan.
         
           "Jangan pernah menyia-nyiakan seseorang yang kini telah mengisi hatimu hanya karena jarak dan waktu yang memisahkan. tetapi jadikanlah jarak dan waktu itu sebagai guru yang mengajarimu bagaimana cara menjaga kepercayaan dan kesetiaanmu untuk dia."

EMOSI

Pengertian

Emosi adalah jantung dan jiwa pengalaman manusia. Apabila kita tidak memiliki emosi, dalam beberapa hal hidup kita memang menjadi lebih mudah; kita tidak mengkhawatirkan nilai ujian; tidak mengkhawatirkan hasil wawancara kerja; tidak mengkhawatirkan kencan pertama dan tidak terusik oleh ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. Meskipun demikian kita juga tidak mampu menikmati keindahan musik, tidak memiliki perasaan sedih ketika seseorang yang kita sayangi meninggal dunia, tidak mengenal perasaan sedih, dan juga tidak mengenal perasaan cinta.

Sering kali orang merasa tidak nyaman dengan emosi mereka dan berharap mereka dapat terbebas dari rasa sakit yang ditimbulkan oleh perasaan marah, cemburu, malu, rasa bersalah, rasa duka, dan rasa cinta yang tak terbalas. Emosi dapat menyatukan manusia, mengatur jalannya sebuah hubungan dan memotivasi orang dalam mencapai suatu sasaran. Tanpa kemampuan untuk merasakan emosi, manusia akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan atau dalam merencanakan masa depannya. Saat kita dihadapkan pada pilihan antara pekerjaan yang tampak “ menyenangkan “ dengan pekerjaan yang “ bergaji lebih tinggi “, perasaan “ mana yang lebih cocok “, yang dihasilkan emosi kita, dapat membantu kita menentukan pilihan terbaik (Damasio, 1994).

Dalam mendefinisikan emosi, para psikologi berfokus pada tiga komponen utama; perubahan fisiologis pada wajah, otak, dan tubuh; proses kognitif seperti interprestasi suatu peristiwa; serta pengaruh budaya yang membentuk pengalaman dan ekspresi emosi.

“ emosi adalah situasi stimulasi yang melibatkan perubahan pada tubuh dan wajah, aktivasi pada otak, penilaian kognitif, perasaan subjektif, dan kecenderungan melakukan suatu tindakan, yang dibentuk seluruhnya oleh peraturan-peraturan yang terdapat di suatu kebudayaan “.

EMOSI CAMPURAN MANUSIA
Ada 6 dasar emosi yang terdapat pada manusia yang dikemukakan oleh R.Plutchik,
yaitu :
1.    Kegembiraan (Joy)
2.    Ketakutan (fear)
3.    Kesedihan (sadness)
4.    Kemarahan (anger)
5.    Keterkejutan (surprise)
6.    Jijik (disgust)

Perpaduan antara kedua jenis emosi dasar tersebut akan melahirkan jenis emosi yang kedua, yaitu emosi campuran. Sebagai contoh emosi senang yang berkombinasi dengan penerimaan akan melahirkan emosi cinta. Dan emosi sedih yang berkombinasi dengan emosi kejutan akan melahirkan emosi kekecewaan (disappoinment).